Rabu, 19 September 2012

INVERTEBRATA


Top of Form

.: KEGIATAN BELAJAR 1
PORIFERA
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat: mengurutkan susunan struktur tubuh Porifera, membedakan 3 tipe tubuh (Ascon, Leucon dan Sycon), membedakan 3 kelompok Porifera berdasarkan susunan kerangkanya,dan menjelaskan peranan Porifera bagi kehidupan manusia.

A. Ciri-ciri Porifera
Kata Porifera berasal dari bahasa Latin, porus yang berarti lubang kecil atau pori dan ferre yang berarti mempunyai. Jadi, Porifera dapat diartikan hewan yang memiliki pori pada struktur tubuhnya.
Porifera merupakan hewan bersel banyak (metazoa) yang paling sederhana. Sebagian besar hewan ini hidup di laut dangkal, sampai kedalaman 3,5 meter, dan hanya satu suku (familia) yang hidup di habitat air tawar yaitu Spongilidae.

Porifera mempunyai bentuk tubuh menyerupai vas bunga atau piala dan melekat pada dasar perairan. Tubuhnya terdiri dari dua lapisan sel (diploblastik) dengan lapisan luar (epidermis) tersusun atas sel-sel berbentuk pipih, disebut pinakosit. Pada epidermis terdapat porus/lubang kecil disebut ostia yang dihubungkan oleh saluran ke rongga tubuh (spongocoel). Sedangkan lapisan dalam tersusun atas sel-sel berleher dan berflagel disebut koanosit yang berfungsi untuk mencernakan makanan
Diantara epidermis dan koanosit terdapat lapisan tengah berupa bahan kental yang disebut mesoglea atau mesenkim. Di dalam mesoglea terdapat beberapa jenis sel, yaitu sel amubosit, sel skleroblas, sel arkheosit.
Sel amubosit atau amuboid yang berfungsi untuk mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit. Sel skleroblas berfungsi membentuk duri (spikula) atau spongin. Spikula terbuat dari kalsium karbonat atau silikat. Sedangkan spongin tersusun dari serabut-serabut spongin yang lunak, berongga seperti spon.
Sedangkan sel arkheosit berfungsi sebagai sel reproduktif, misalnya pembentuk tunas, pembentukan gamet, pembentukan bagian-bagian yang rusak dan regenerasi.
Perhatikan gambar 1. Irisan melintang tubuh Porifera

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr1.jpg

Gambar 1. (a) dan (b) struktur tubuh porifera, serta (c) koanosit.
Gambar di bawah ini adalah macam-macam spikula dengan bahan penyusunnya.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr2.jpg
Gambar 2. Macam-macam bentuk spikula
Makanan Porifera berupa partikel zat organik atau makhluk hidup kecil yang masuk bersama air melalui pori-pori tubuhnya. Makanan akan ditangkap oleh flagel pada koanosit. Selanjutnya makanan dicerna di dalam koanosit. Dengan demikian pencernaannya secara intraselluler. Setelah dicerna, zat makanan diedarkan oleh sel-sel amubosit ke sel-sel lainnya. Sedangkan zat sisa makanan dikeluarkan melalui oskulum bersama sirkulasi air.
Porifera berkembangbiak secara aseksual dan seksual. Pembiakan secara aseksual dengan pembentukan tunas (budding). Tunas atau budding yang dihasilkan kemudian memisahkan diri dari induknya dan hidup sebagai individu baru, atau tetap menempel pada induknya sehingga menambah jumlah bagian-bagian dari kelompok Porifera. Sedangkan pembiakan secara seksual berlangsung dengan persatuan antara sel telur dan spermatozoid, dan menghasilkan zigot yang selanjutnya berkembang menjadi larva berflagel. Larva tersebut dapat berenang dan keluar melalui oskulum. Bila menemukan tempat yang sesuai, larva akan menempel kemudian tumbuh menjadi Porifera baru.
Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang Porifera, cobalah sekali waktu Anda berwisata ke pantai. Perhatikan hewan-hewan kecil yang melekat pada dasar perairan. Bila bentuk tubuhnya seperti vas bunga/piala, pasti hewan tersebut adalah Porifera.
Menurutmu, bagaimanakah cara hidup hewan Porifera? Profera hidup secara heterotrof, menempel di dasar laut dengan kedalaman 5 km. Adapula yang hidup di air tawar, misalnya Haliciona.
B.Tipe Tubuh Porifera
Berdasarkan sistem saluran air yang terdapat pada Porifera, hewan ini dibedakan atas tiga tipe tubuh, yaitu tipa Ascon, tipe Sycon dan tipe Rhagon. Ikuti uraian berikut ini!
1. Tipe Ascon
Tipe Ascon merupakan tipe Porifera yang mempunyai sistem saluran air sederhana. Air masuk melalui pori yang pendek, lurus ke spongocoel (rongga tubuh) lalu keluar melalui oskulum. Contoh tipe Ascon misalnya Leucoslenia.
2. Tipe Sycon
Tipe Sycon merupakan Porifera yang mempunyai dua tipe saluran air, tetapi hanya radialnya yang mempunyai koanosit. Air masuk melalui pori ’‡ke saluran radial yang berdinding koanosit ’‡spongocoel ’‡keluar melalui oskulum, misalnya Scypha.
3. Tipe Rhagon (Leucon)
Tipe Rhagon merupakan Porifera dengan tipe saluran air yang paling kompleks/rumit. Porifera ini mempunyai lapisan masoglea yang tebal dengan sistem saluran air bercabang-cabang. Koanosit dibatasi oleh suatu rongga yang bersilia berbentuk bulat.
Air masuk melalui pori ’‡saluran radial yang bercabang-cabang ’‡keluar melalui oskulum. misalnya Euspongia dan Spongida.
Gambar 3. Beberapa sistem saluran pada Porifera
C. Klasifikasi Porifera
Berdasarkan atas kerangka tubuh atau spikulanya, Porifera dibagi menjadi tiga kelas.

1. Kelas Calcarea

Kerangka tubuh kelas Calcarea berupa spikula seperti duri-duri kecil dari Kalsium Karbonat. Misalnya Scypa, Grantia, Leucosolenia.

2. Kelas Hexatinellida

Kerangka tubuh kelas Hexatinellida berupa spikula yang mengandung Silikat atau Kersik (SiO2). Bentuk tubuh umumnya berbentuk silinder atau corong. Misalnya Euplectella aspergilium.

3. Kelas Demospongia

Kerangka tubuh kelas Demospongia terbuat dari spongin saja, atau campuran spongin dan zat kersik. Misalnya Euspongia sp dan Spongilla sp.
Dari ketiga kelas di atas, menurutmu kelas manakah yang bermanfaat untuk manusia?
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr4demospongia.jpg
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr4grantia.jpg
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr4leucetta.jpg
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr4nipathes.jpg
Gambar 4. Contoh hewan Porifera

D. Peranan Porifera
Secara ekonomis, Porifera tidak mempunyai arti penting. Hewan Demospongia yang hidup di laut dangkal dapat dimanfaatkan oleh manusia, misalnya spons untuk mandi dan pembersih kaca.
Sampai di sinilah uraian materi Porifera. Mudah-mudahan tidak ada kesulitan dalam upaya Anda mempelajari materi ini.
Untuk mengetahui kemampuan Anda dan untuk mengingatkan kembali pada hewan yang telah dipelajari, kerjakan soal uji kompetensi di bawah ini. Kemudian cocokkan jawabannya dengan kunci jawaban yang ada pada bagian akhir modul ini. Bila Anda dapat menjawab dengan benar sedikitnya tiga soal, berarti Anda sudah dapat melanjutkan ke kegiatan 2.
Uji Kompetensi 1
Jawablah dengan cara singkat dan jelas !
1.
2.
Apakah arti Porifera? Jelaskan!
Jelaskan fungsi dan bagian-bagian tubuh Porifera ini !

a. pinakosit
b. ostia
c. koanosit
d. sel amubosit

3.
Jelaskan !

a. Sirkulasi air pada Porifera.
b. Cara berkembangbiak pada Porifera
4.
Sebutkan 3 tipe tubuh Porifera berdasarkan sistem saluran airnya!

5.
Bagaimanakah kerangka tubuh yang membangun hewan kelas Calcarea, Hexatellida dan kelas Demosponia?
UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Setelah mengerjakan Uji Kompetensi 1 segera periksa jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir modul. Untuk mengetahui skor yang Anda peroleh, perhitungannya adalah sebagai berikut;
Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar
1. RUMUS : Tingkat Penguasaan = (Jumlah jawaban benar x 5) %
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
100% = sangat kompeten
65% - 75% = kompeten
< 65% = tidak kompeten

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 65% atau lebih, Selamat! Anda dapat melanjutkan
ke Kegiatan Belajar 2. Tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 65%, maka Anda harus kembali mempelajari uraian kegiatan belajar 1, terutama pada bagian materi yang kurang Anda kuasai. Belajarlah lebih giat lagi, jangan berkecil hati, pasti Anda berhasil!





Top of Form


.: KEGIATAN BELAJAR 2
COELENTARATA
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat membedakan antara polip dengan medusa, menyebutkan paling sedikit 2 contoh Coelentarata, menjelaskan daur hidup Scyphozoa, menjelaskan peranan Coelentarata pada ekosistem laut.
Uraian
Setelah mempelajari Porifera dengan baik, maka kegiatan belajar Anda dapat dilanjutkan pada materi Coelentarata.
Seperti hewan Porfera, maka Coelentarata pun umumnya hidup di laut, kecuali beberapa jenis dari Hydrozoa yang hidup di air tawar. Arti dari Coelentarata adalah koilos yakni rongga dan anteron berarti usus. Jadi Coelentarata dapat diartikan hewan yang memiliki rongga usus.
Pernahkah Anda menemukan hewan Coelentarata? Bila Anda berjalan-jalan di pantai, berperahu di laut, atau mengunjungi taman laut, Anda akan melihat atau menemukan hewan berbentuk karang, menyerupai bunga mawar, dan ada hewan yang melayang-layang di laut sebagai parasut seukuran mangkung/piring. Itu semua adalah hewan yang termasuk Coelentarata.
Coelentarata merupakan golongan hewan diploblastik, karena tubuhnya tersusun atas dua lapisan sel, yaitu ektodermis (epidermis) dan gastrodermis (endodermis). Diantara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan non seluler disebut mesoglea, dan pada lapisan ini tersebar sel-sel saraf
Pada lapisan ektodermis terdapat sel knidoblast. Di dalam knidoblast terdapat nematokist (paling banyak pada tentakel) yaitu alat yang berfungsi untuk melumpuhkan dan mempertahankan diri dari musuhnya, disebut juga alat penyengat.
Bentuk Tubuh Coelentarata

Dalam siklus hidupnya pada umumnya Coelentarata mempunyai dua bentuk tubuh, yaitu Polip dan Medusa.
a.




Polip adalah bentuk kehidupan Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya. Tubuh berbentuk silindris, bagian proximal melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi tentakel. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa macam bentuk (polimorfisme). Misalnya yang berbeda fungsinya yakni ada polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) dan polip untuk makan yakni gastrozoid.
b.
Medusa adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau seperti lonceng yang dapat berenang bebas.
Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler. Rongga gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan oleh septum/penyekat dan belum mempunyai anus. Reproduksi atau perkembangbiakan dapat dilakukan secara aseksual dan seksual.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr5ok.jpg

Gambar 5. Struktur tubuh Coelentarata (a) bentuk polip (b) nematokis
Klasifikasi Coelentarata

Filum Coelentarata dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas Hydrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.
A. Kelas Hydrozoa

Hydrozoa hidupnya ada yang soliter (terpisah) dan ada yang berkoloni (berkelompok). Hydrozoa yang soliter mempunyai bentuk polip, sedangkan yang berkoloni dengan bentuk polip dominan dan beberapa jenis membentuk medusa. Contoh Hydra dan Obellia.
1. Hydra

Bentuk tubuh Hydra seperti polip, hidup di air tawar. Ukuran tubuh Hydra antara 10 mm – 30 mm. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea rendah. Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki, gunanya untuk melekat pada obyek dan untuk bergerak. Pada ujung yang berlawanan terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya terdapat 6 – 10 buah tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan. Selanjutnya makanan dicernakan di dalam rongga gastrovaskuler.

Perkembangan Hydra terjadi secara
aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding, kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra. Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru.
Perkembangbiakan secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr6ok.jpg
Gambar 6. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr7ok.jpg
Gambar 7. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra

2. Obelia

Obelia hidup berkoloni di laut dangkal sebagai polip di batu karang atau berenang di air sebagai medusa. Polip pada Obelia dibedakan menjadi 2 jenis polip pada cabang-cabang yang tegak, yaitu :
a.
Hydrant, yaitu polip yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan.
b.

Gonangium, yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual, menghasilkan Obelia dalam bentuk medusa.
Bagaimana perkembangbiakan Obelia? Perkembangbiakan Obelia mengalami pergiliran keturunan (metagenesis) antara keturunan seksual dengan keturunan aseksual.

Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh gonangium. Pada gonangium terbentuk tunas, kemudian setelah matang tunas memisahkan diri dari induknya dan berkembang menjadi medusa muda yang dapat berenang bebas. Selanjutnya medusa muda berkembang menjadi medusa dewasa.
Perkembangbikan seksual terjadi pada medusa dewasa. Hewan Obelia mempunyai dua alat kelamin (hermaprodit). Medusa dewasa akan menghasilkan sel telur / ovum dan sperma. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi di luar tubuh (eskternal) dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri menjadi polip muda, lalu polip dewasa., kemudian tumbuh menjadi hewan Obelia. Selanjutnya, Obelia memulai melakukan pembiakan aseksual dengan pembentukan tunas/budding, sehingga membentuk koloni Obelia yang baru.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb9ok.jpg

Gambar 9. Daur hidup Obellia
B. Kelas Scypozoa (Skyphos = cawan; zoon = binatang)
Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita, berupa medusa berukuran garis tengah 7 – 10 mm, dengan pinggiran berlekuk-lekuk 8 buah. Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai.
Seperti Obelia, Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan aseksual. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam tubuh individu betina.
Hasil pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai. Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda disebut skifistoma. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral sehingga Aurellia tampak seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi. Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda disebut Efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa. Daur hidup Aurellia dapat diamati di bawah ini.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/daurhidupaureliaok.jpg
Gambar 9a. Daur hidup Aurellia aurita

C. Kelas Anthozoa
Anthozoa berasal darikata Anthos = bunga, zoon = binatang. Anthozoa berarti hewan yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga.
Anthozoa dalam daur hidupnya hanya mempunyai polip. Bila dibandingkan, polip Anthozoa berbeda dengan polip pada Hydrozoa. Mari kita lihat perbedaannya dengan mengamati gambar di bawah ini.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr10ok.jpg
Gambar 10. (a) struktur polip Hydrozoa, (b) struktur polip Anthozoa

Berdasarkan gambar di atas, coba Anda diskusikan apa persamaan dan perbedaan kedua macam polip tersebut ! Kelas Anthozoa meliputi Mawar Laut (Anemon Laut) dan Koral (Karang).
1.Mawar Laut (Anemon Laut)

Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pada permukaan mulut Mawar Laut terdapat banyak tentakel berukuran pendek. Tentakel ini berfungsi untuk mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat sehingga Mawar Laut tetap bersih.

2.Koral (Karang)

Koral atau karang cara hidupnya berkoloni membentuk massa yang kaku dan kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk oleh generasi polip. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi batu karang/terumbu. Ada tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai, karang penghalang dan karang atol.
D. Peranan Coelentarata

Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat dimanfaatkan untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik / kecantikan. Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik, ubur-ubur dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Karang atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari aberasi air laut. Di samping itu, karang merupakan tempat persembunyian dan tempat perkembangbiakan ikan.
Demikianlah uraian materi Coelentarata. Bila Anda mengalami kesulitan untuk memahaminya, maka disarankan untuk mengulangi kembali membaca secara perlahan-lahan dan bertahap. Bila sudah Anda lakukan, cobalah jawab soal-soal uji kompetensi untuk mengukur kemampuan Anda.
Uji Kompetensi 2
Jawablah soal-soal di bawah ini secara singkat dan jelas!
1.

2.

3.

4.
Jelaskan perbedaan bentuk tubuh antara polip dan medusa pada Coelenterata!

Apakah fungsi dari nematokis?

Sebutkan 3 kelas Coelentarata dan tuliskan satu contoh hewan dari masing-masing kelas!

Gambarkan bagan daur hidup :

a. Obelia
b. Aurellia

5.
Jelaskan peranan Coelentarata!
UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT

Setelah mengerjakan Uji Kompetensi 2 segera periksa jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir modul. Untuk mengetahui skor yang Anda peroleh, perhitungannya adalah sebagai berikut;
Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar

1.
RUMUS : Tingkat Penguasaan = (Jumlah jawaban benar x 5) %

Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
100% = sangat kompeten
65% - 75% = kompeten
< 65% = tidak kompeten

Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 65% atau lebih, Selamat! Anda dapat melanjutkan
ke Kegiatan Belajar 3 . Tetapi apabila tingkat penguasaan Anda kurang dari 65%, maka Anda harus kembali mempelajari uraian kegiatan belajar 2 , terutama pada bagian materi yang kurang Anda kuasai. Belajarlah lebih giat lagi, jangan berkecil hati, pasti Anda berhasil!




KEGIATAN BELAJAR 3
PLATYHELMINTES (CACING PIPIH)
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat 1. menjelaskan ciri-ciri Platyhelminthes, memberikan 3 contoh cacing pipih, membuat diagram daur hidup cacing hati, membuat diagram daur hidup Taenia saginata.

A. Ciri-ciri Umum Platyhelminthes

Platyhelminthes memiliki tubuh pipih, lunak dan epidermis bersilia. Cacing pipih ini merupakan hewan
tripoblastik yang tidak mempunyai rongga tubuh (acoelomata). Hidup biasanya di air tawar, air laut dan tanah lembab. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia. Cacing parasit ini mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilang setelah dewasa. Hewan ini mempunyai alat pengisap yang mungkin disertai dengan kait untuk menempel.
Cacing pipih belum mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernafasan. Sedangkan sistem pencernaannya tidak sempurna, tanpa anus. Contoh Platyhelmintes adalah Planaria. Planaria mempunyai sistem pencernaan yang terdiri dari mulut, faring, usus (intestine) yang bercabang 3 yakni satu cabang ke arah anterior dan 2 cabang lagi ke bagian samping tubuh. Percabangan ini berfungsi untuk peredaran bahan makanan dan memperluas bidang penguapan. Planaria tidak memiliki anus pada saluran pencernaan makanan sehingga buangan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut. Perhatikan gambar susunan saluran pencernaan Planaria berikut ini.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr11ok.jpg
Gambar 11. Susunan saluran pencernaan Planaria
Sistem ekskresi pada cacing pipih terdiri atas dua saluran eksresi yang memanjang bermuara ke pori-pori yang letaknya berderet-deret pada bagian dorsal (punggung). Kedua saluran eksresi tersebut bercabang-cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame cell). Perhatikan gambar sistem eksresi dan sel api Planaria di bawah ini.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb12ok.jpg

Gambar 12 a) Susunan saluran eksresi pada Planaria; b) Sel api (flame cell)

Sistem saraf berupa tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion otak di bagian anterior tubuh. Kedua ganglia ini dihubungkan oleh serabut-serabut saraf melintang dan dari masing-masing ganglion membentuk tangga tali saraf yang memanjang ke arah posterior. Kedua tali saraf ini bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Perhatikan gambar sistem saraf Planaria berikut!

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb13ok.jpg


Sistem saraf Planaria

Reproduksi pada cacing pipih seperti Planaria dapat secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi aseksual (vegetatif) dengan regenerasi yakni memutuskan bagian tubuh. Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan peleburan dua sel kelamin pada hewan yang bersifat hemafrodit. Sistem reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem reproduksi betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur. Sedangkan reproduksi jantan terdiri atas testis, pori genital dan penis. Perhatikan gambar sistem reproduksi Planaria.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb14ok.jpg
Gambar 14. Sistem reproduksi Planaria

Selanjutnya perhatikan gambar reproduksi aseksual Planaria di bawah ini!

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb15ok.jpg
Gambar 15. Reproduksi aseksual Planaria

A. Terpotong secara alami
B. Dibelah dua
C. Dibelah tiga
 B. Penggolongan Platyhelminthes
Platyhelminthes (cacing pipih) dibedakan menjadi 3 kelas yaitu Turbellaria, Trematoda dan Cestroda. Berikut akan dijelaskan satu-persatu.
1. Kelas Turbellaria

Hewan dari kelas Turbellaria memiliki tubuh bentuk tongkat atau bentuk rabdit (Yunani : rabdit = tongkat). Hewan ini biasanya hidup di air tawar yang jernih, air laut atau tempat lembab dan jarang sebagai parasit. Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.
Hewan ini mempunyai kemampuan yang besar untuk beregenerasi dengan cara memotong tubuhnya seperti tampak pada gambar 5 di atas. Contoh Turbellaria antara lain Planaria dengan ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0 cm dan Bipalium yang mempunyai panjang tubuh sampai 60 cm dan hanya keluar di malam hari.
Permukaan tubuh Planaria bersilia dan kira-kira di tengah mulut terdapat proboscis (tenggorok yang dapat ditonjolkan keluar) seperti pada gambar berikut.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb16ok.jpg

Gambar 16. Proboscis pada Planaria

2. Kelas Trematoda

Hewan Trematoda memiliki tubuh yang diliputi kutikula dan tak bersilia. Pada ujung anterior terdapat mulut dengan alat penghisap yang dilengkapi kait. Tubuh dengan panjang lebih kurang 2,5 cm dan lebar 1cm serta simetris bilateral.

Trematoda termasuk hewan hemafrodit,dan sebagai parasit pada Vertebrata baik berupa ektoparasit (pada ikan) maupun sebagai endoparasit. Contoh hewan Trematoda adalah cacing hati atau Fasciola hepatica (parasit pada hati domba), Fasciola gigantica (parasit pada hati sapi) dan cacing hati parasit pada manusia (Chlonorchis sinensis) serta Schistosoma japonicum (cacingdarah).
Perhatikan gambar anatomi cacing hati (Fasciola hepatica) berikut!

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb17ok.jpg
Gambar 17. Anatomi Fasciola hepatica
C. Daur Hidup Beberapa Cacing Kelas Trematoda
Nah, berikut ini akan diuraikan mengenai daur hidup beberapa jenis cacing yang termasuk kelas Termatoda.
Cacing dewasa bertelur di dalam saluran empedu dan kantong empedu sapi atau domba. Kemudian telur keluar ke alam bebas bersama feses domba. Bila mencapai tempat basah, telur ini akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Mirasidium akan mati bila tidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnea auricularis-rubigranosa).
Di dalam tubuh siput ini, mirasidium tumbuh menjadi sporokista (menetap dalam tubuh siput selama + 2 minggu).
Sporokista akan menjadi larva berikutnya yang disebut Redia. Hal ini berlangsung secara partenogenesis.
Redia akan menuju jaringan tubuh siput dan berkembang menjadi larva berikutnya yang disebut serkaria yang mempunyai ekor. Dengan ekornya serkaria dapat menembus jaringan tubuh siput dan keluar berenang dalam air.
Di luar tubuh siput, larva dapat menempel pada rumput untuk beberapa lama. Serkaria melepaskan ekornya dan menjadi metaserkaria. Metaserkaria membungkus diri berupa kista yang dapat bertahan lama menempel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya. Perhatikan tahap perkembangan larva Fasciola hepatica.
Apabila rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding ususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa di sana untuk beberapa bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi.


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr18ok.jpg

Gambar 18. Tahap perkembangan larva Fasciola hepatica
Dalam daur hidup cacing hati ini mempunyai dua macam tuan rumah yaitu:
1.
Inang perantara yaitu siput air
2.
Inang menetap,yaitu hewan bertulang belakang pemakan rumput seperti sapi dan domba.
Perhatikan gambar daur hidup Fasciola hepatica berikut:

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr19ok.jpg

Gambar 19. Daur hidup Fasciola hepatica

a.
Daur hidup Chlonorchis sinensis

Daur hidup Chlonorchis sinensis sama seperti Fasciola hepatica, hanya saja serkaria pada cacing ini masuk ke dalam daging ikan air tawar yang berperan sebagai inang sementara. Struktur tubuh Chlonorchis sinensis sama seperti tubuh pada Fasciola hepatica hanya berbeda pada cabang usus lateral yang tidak beranting.
b.
Daur hidup Schistosoma japonicum (cacing darah)

Cacing darah ini parasit pada manusia, babi, biri-biri, kucing dan binatang pengerat lainnya.
Cacing dewasa dapat hidup dalam pembuluh balik (vena) perut.
Tubuh cacing jantan lebih lebar dan dapat menggulung sehingga menutupi tubuh betina yang lebih ramping.
Cacing jantan panjangnya 9 – 22 mm, sedangkan panjang cacing betina adalah 14 – 26 cm.


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr20ok.jpg
Gambar 20. Schistosoma japonicum jantan dan betina
Selanjutnya diuraikan tentang daur hidup Schistosoma japonicum.
Cacing darah ini bertelur pada pembuluh balik (vena) manusia kemudian menuju ke poros usus (rektum) dan ke kantong air seni (vesica urinaria), lalu telur keluar bersama tinja dan urine.
Telur akan berkembang menjadi mirasidium dan masuk ke dalam tubuh siput. Kemudian dalam tubuh siput akan berkembang menjadi serkaria yang berekor bercabang. Serkaria dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan dan minuman atau menembus kulit dan dapat menimbulkan penyakit Schistomiasis (banyak terdapat di Afrika dan Asia). Penyakit ini menyebabkan kerusakan dan kelainan fungsi pada hati, jantung, limpa, kantong urine dan ginjal.
Nah, bagaimana? Sudahkah Anda memahami materi Platyhelmintes dari kegiatan 3 di atas? Untuk mengingat kembali penguasaan Anda terhadap uraian materi di atas, tutuplah modul Anda dan cobalah jawab pertanyaan singkat di bawah ini!
Jelaskan secara singkat tahap perkembangan larva fasciola hepatica! Jika Anda telah menjawabnya, cocokkanlah jawaban Anda dengan keterangan yang ada dalam jawaban berikut.
http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/hal27ok.jpg
Jika jawaban Anda belum benar, bacalah sekali lagi modul di atas tetapi apabila jawaban Anda telah benar, Anda dapat mempelajari lanjutan kegiatan 3 ini.
3. Kelas Cestoda (Cacing Pita)

Ciri-ciri

Cacing pita (Cestoda) memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 - 3m dan terdiri dari bagian kepala (skoleks) dan tubuh (strobila). Kepala (skoleks) dilengkapi dengan lebih dari dua alat pengisap. Sedangkan setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alat perkembangbiakan. Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid) merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit.
Cacing ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat pencernaan. Sistem eksresi terdiri dari saluran pengeluaran yang berakhir dengan sel api. Sistem saraf sama seperti Planaria dan cacing hati, tetapi kurang berkembang.
Contoh Cestoda yaitu:

a) Taenia saginata (dalam usus manusia)
b) Taenia solium (dalam usus manusia)
c) Choanotaenia infudibulum (dalam usus ayam)
d) Echinococcus granulosus (dalam usus anjing)
e) Dipylidium latum (menyerang manusia melalui inang protozoa)
Selanjutnya akan diuraikan beberapa dari cacing parasit tersebut, antara lain:

a. Taenia saginata

Cacing ini parasit dalam usus halus manusia. Perbedaannya dengan Taenia solium hanya terletak pada alat pengisap dan inang perantaranya. Taenia saginata pada skoleksnya terdapat alat pengisap tanpa kait dan inang perantaranya adalah sapi. Sedangkan Taenia solium memiliki alat pengisap dengan kait pada skoleksnya dan inang perantaranya adalah babi.

Daur hidup Taenia saginata

Dalam usus manusia terdapat proglotid yang sudah masak yakni yang mengandung sel telur yang telah dibuahi (embrio). Telur yang berisi embrio ini keluar bersama feses. Bila telur ini termakan sapi, dan sampai pada usus akan tumbuh dan berkembang menjadi larva onkoster. Larva onkoster menembus usus dan masuk ke dalam pembuluh darah atau pembuluh limpa, kemudian sampai ke otot lurik dan membentuk kista yang disebut Cysticercus bovis (larva cacing). Kista akan membesar dan membentuk gelembung yang disebut Cysticercus (sistiserkus). Manusia akan tertular cacing ini apabila memakan daging sapi mentah atau setengah matang.
Dinding Cysticercus akan dicerna di lambung sedangkan larva dengan skoleks menempel pada usus manusia. Kemudian larva akan tumbuh membentuk proglotid yang dapat menghasilkan telur. Bila proglotid masak akan keluar bersama feses, kemudian termakan oleh sapi. Selanjutnya telur yang berisi embrio tadi dalam usus sapi akan menetas menjadi larva onkoster. Setelah itu larva akan tumbuh dan berkembang mengikuti siklus hidup seperti di atas. Perhatikan gambar daur hidup Taenia saginata berikut!


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr21%20copy.jpg

Gambar 21. Daur hidup Taenia saginata

b. Taenia solium

Daur hidup Taenia solium sama dengan daur hidup Taenia saginata, hanya saja inang perantaranya adalah babi. Sedangkan kista yang sampai di otot lurik babi disebut Cysticercus sellulose.
c. Coanotaenia infudibulum

Cacing pita lainnya adalah Coanotaenia infudibulum yang parasit pada usus ayam tetapi inang perantaranya adalah Arthropoda antara lain kumbang atau tungau.
D. Peranan Platyhelminthes bagi Kehidupan Manusia

Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupun hewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan. Agar terhindar dari infeksi cacing parasit (cacing pita) sebaiknya dilakukan beberapa cara, antara lain:

memutuskan daur hidupnya,

menghindari infeksi dari larva cacing,

tidak membuang tinja sembarangan (sesuai dengan syarat-syarat hidup sehat),dan

tidak memakan daging mentah atau setengah matang (masak daging sampai matang).
Latihan
1. Koleksi cacing pipih

Cobalah Anda kumpulkan beberapa contoh cacing pipih yang ada di sekitar Anda dan amatilah setiap jenis dengan menggunakan loupe dan cocokkanlah dengan gambar 22 berikut ini. Dalam kegiatan ini Anda dapat memperoleh hewan tersebut pada habitatnya masing-masing seperti keterangan berikut ini!

Planaria dapat Anda peroleh di bawah daun-daun tumbuhan air atau batu- batuan.

Bipalium di tempat lembab, di bawah lumut atau pada tumbuhan dan hanya keluar pada malam hari.

Cacing pipih laut; dekat pantai.



Cacing pipih parasit dapat dikumpulkan dari rumah pemotongan hewan, misalnya cacing hati dan sejenis cacing pita.
2. Pembuatan awetan basah cacing pipih

Cara pembuatan awetan basah cacing pipih adalah cacing pita dan cacing hati diawetkan dalam alkohol 70% atau formalin 5%
.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr22ok.jpg

Gambar 22. Macam-macam cacing pipih
Apakah Anda mendapat kesulitan untuk koleksi cacing pipih ini? Bila Anda belum berhasil mengumpulkannya, cobalah sekali lagi bersama teman-teman Anda. Buatlah awetan basah cacing tersebut di atas, karena awetan ini dapat Anda gunakan sebagai alat bantu dalam belajar tentang ciri-cirinya. Selanjutnya kerjakan uji kompetensi 3 yaitu pengamatan Platyhelminthes dan menjawab pertanyaan.




KEGIATAN BELAJAR 4
NEMATHELMINTHES
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat membedakan Nematheminthes dengan Platyhelminthes,
memberikan 3 contoh Nemathelminthes yang parasit pada manusia, membuat diagram daur hidup cacing gelang (Ascaris sp),
menjelaskan bahwa cacing tambang dapat menyebabkan anemia pada manusia.
Kegiatan berikut yakni Nemathelminthes (cacing gilig). Nah, baiklah sekarang kita pelajari cacing gilig pada kegiatan 4 berikut ini.
A. Ciri-ciri Nemathelminthes

Nemathelminthes berasal dari kata Nemathos = benang; Helminthes = cacing. Jadi pengertian Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk benang atau gilig.

Hewan yang tergolong Nemathelminthes mempunyai ciri-ciri:




Tubuh berbentuk gilig atau seperti batang dan tidak bersegmen, mempunyai selom semu (pseudoselomata), tripoblastik. Permukaan tubuh dilapisi kutikula sehingga tampak mengkilat.

Saluran pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai anus. Beberapa jenis diantaranya memiliki kait.

Sistem respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi.

Saluran peredaran darah tidak ada, tetapi cacing ini mempunyai cairan yang fungsinya menyerupai darah.



























Sistem reproduksi :
Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing jantan dan yang jantan mempunyai ujung berkait (gambar 24).
Gonad berhubungan dengan saluran alat kelamin, dan telur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin. Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual.


Gambar 24. Ascaris lumbricoides: A. Betina; B; Jantan

Habitat
Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada juga sebagai parasit dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam saluran pencernaan
Vertebrata.

B. Contoh Hewan Nemathelminthes

1.
Ascaris lumbricoides (cacing perut)

2.
Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang)

3.
Enterobius atau Oxyuris vermicularis (cacing kremi)

4.
Filaria atau Wucheria bancrofti (penyebab kaki gajah)
Selanjutnya marilah kita masuk pada pembahasan contoh-contoh Nemathelminthes.

1. Ascaris lumbricoides (cacing perut)

Siklus hidup




• Cacing dewasa hidup dalam usus halus manusia.
• Telur yang mengandung embrio keluar bersama feses.
Telur dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi dan menetas di usus. Kemudian larva menembus dinding usus, masuk dalam peredaran darah menuju paru-paru. Dari paru-paru, larva keluar dan sampai ke faring. Bila tertelan akan masuk ke usus halus dan berkembang biak sampai dewasa di sana. Infeksi cacing ini dengan cara pasif. Cacing ini akan menghisap makanan di usus manusia.

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/daurhidupascarisok.jpg

Perhatikan bagian daur hidup Ascaris lumbricoides!
Setelah Anda mempelajari siklus hidup cacing Ascaris ini, cobalah diskusikan dengan kelompok belajar Anda, mengapa anak-anak lebih banyak terserang dan tertular oleh cacing itu. Kaitkanlah dengan kesehatan dan kebersihan lingkungan serta sifat-sifat dari telur Ascaris itu sendiri.
2.
Necator americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
Cacing tambang ada dua macam yaitu:

Ancylostoma duodenale (terdapat di daerah tropika Asia dan Afrika)

Necator americanus (terdapat di daerah tropika Amerika)
Ciri dan sifat cacing tambang:

Cacing ini parasit dalam usus manusia. Tubuh berukuran + 1 – 1,5 cm dengan mulut yang mempunyai kait berupa gigi dari kitin yang dapat melekat dan melukai dinding usus inangnya. Cacing ini menghisap darah inang, sehingga inang akan mengalami anemia (kekurangan darah). Penyakit karena cacing tambang ini dikenal dengan Ankylostomiasis.
Daur hidup cacing tambang:

Telur keluar bersama feses dari dalam usus manusia. Di tempat lembab dan becek, telur menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform. Kemudian larva ini berubah menjadi filariform yang dapat menembus kulit kaki dan masuk ke dalam tubuh manusia mengikuti aliran darah, menuju jantung, paru-paru, faring, tenggorok, kemudian tertelan dan masuk ke dalam usus. Peristiwa ini disebut infeksi aktif. Di dalam usus, larva menjadi cacing dewasa yang siap menghisap darah kembali.
Selain dengan cara infeksi aktif, dapat pula terjadi infeksi pasif yaitu bila kista (larva berdinding tebal) tertelan bersama makanan. Perhatikan bagan daur hidup cacing tambang berikut ini!

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/daurhidupcacingtambangok.jpg

Daur hidup cacing tambang
Setelah Anda mempelajari daur hidup cacing ini, cobalah diskusikan dengan kelompok belajarmu. Mengapa cacing ini dikenal dengan cacing tambang? Mengapa pula cacing menyebabkan anemia?
Uji Kompetensi 4

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1.
Jelaskan perbedaan Nemathelminthes dengan Platyhelminthes!

2.
Jelaskan perbedaan antara cacing jantan dengan betina pada Ascaris sp!

3.
Sebutkan 4 contoh Nemathelminthes yang parasit pada manusia!

4.a.
b.

Bagaimana cara penularan cacing perut? (terutama pada anak-anak)
Jelaskan cara penularan (infeksi) aktif dari cacing tambang!

5.
Jelaskan urutan daur hidup Ascaris sp!
Setelah Anda selesai menjawab soal-soal uji kompetensi 4, kemudian cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul ini.



KEGIATAN BELAJAR 5
ANNELIDA
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat menjelaskan ciri-ciri Annelida, memberikan minimal 3 contoh Annelida, menjelaskan peranan Annelida bagi kehidupan manusia, menjelaskan budidaya cacing tanah.





Annelida berasal dari kata Annulus = cincin kecil. Artinya tubuh menyerupai cincin kecil atau ruas. Baiklah, silahkan Anda pelajari dulu ciri-ciri umum Annelida.
A. Ciri-ciri Umum Annelida
Sistem saraf terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang memanjang sehingga berupa tangga tali. Alat eksresi disebut nephridium. Alat pencernaan makanan sempurna mulai dari mulut, saluran pencernaan dan anus. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan anus berada di ujung belakang. Respirasi dengan menggunakan epidermis pada seluruh permukaan tubuh dan berlangsung secara difusi.
Sistem peredaran darah tertutup. Hewan ini bersifat hermafrodit dan memiliki klitelum sebagai alat kopulasi. Tempat hidup air tawar, air laut dan darat. Sebagian ada yang bersifat parasit (merugikan karena menempel pada inangnya).
B. Klasifikasi
Annelida terbagi atas 3 kelas yaitu:

1. Polychaeta
2. Olygochaeta
3. Hirudinea
Pelajari penjelasan tiap-tiap kelas berikut ini!

a. Polychaeta (cacing berambut banyak)

Ciri-ciri:

Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang surut air laut. Tubuh memanjang dan mempunyai segmen. Setiap
segmen mempunyai parapodia dan setiap parapodia memiliki setae, kecuali pada segmen terakhir.
Contoh cacing ini adalah :


1) Eunice viridis (cacing wawo)
2) Lysidice oele (cacing palolo)
3) Nereis virens (kelabang laut)


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb25.jpg

Gambar 25. A. Polychaeta dengan parapodia B. Polychaeta dengan bagian tubuh
b. Olygochaeta (cacing berambut sedikit)

Ciri-ciri:
• Sebagian besar hidup di air tawar atau di darat.
• Hermafrodit, tidak mempunyai parapodia dan terdapat beberapa setae pada pada setiap ruas

Contoh:
• Pheretima posthurna (cacing tanah – Asia)
• Lumbricus terrestris (cacing tanah – Eropa dan Amerika)
• Perichaeta (cacing hutan)
• Tubifex (cacing air)

Lumbricus terrestris

Lumbricus terrestris dikenal dengan cacing tanah,dan ciri-cirinya sebagai berikut

Tubuh dengan segmen yang jelas, berjumlah 15 – 200 buah
Alat eksresi berupa sepasang nefridia pada setiap segmen dan disebut metanefridia.



http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gb26ok.jpg
Gambar 26. Metanefridia pada cacing tanah



Pada setiap segmen terdapat setae kecuali pada segmen pertama dan terakhir.



Hewan ini hermafrodit, tetapi pembuahan sendiri tidak akan terjadi melainkan pembuahan silang yakni pada waktu dua hewan mengadakan kopulasi.

Pada segmen ke 32 sampai segmen ke 37 terdapat klitelum sebagai alat kopulasi.

Bernafas dengan menggunakan seluruh permukaan tubuh yang lembab.

Darah terdiri dari plasma darah, mengandung haemoglobin hingga berwarna merah, sedangkan butir-butir darahnya tidak berwarna.

Sistem saraf merupakan sistem saraf tangga tali.

Sistem pencernaan makanan sempurna, yaitu mulai dari mulut, faring, atau esofagus, tembolok, lambung, usus dan anus.


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr27ok.jpg


Gambar 27.

a) Struktur tubuh cacing tanah (Lumbricus terestris)
b) potongan melintang tubuh, dan
c) bagian sistem pencernaan didekat kepala

c. Hirudinea

Ciri-ciri Hirudinea:


Banyak terdapat di air tawar, air laut atau di darat.

Tubuh tidak memiliki parapodia atau setae dan memiliki alat penghisap pada bagian anterior dan posterior.

Pada hewan hermafrodit, lubang genetalia jantan terletak di muka lubang genetalia betina.

Sistem pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus. Anus terletak pada bagian dorsal.

Peredaran darah tertutup dan pernafasan berlangsung melalui kulit.

Pengeluaran (eksresi) melalui nefridium yang terdapat pada setiap segmen.

Hewan ini mempunyai kelenjar ludah yang menghasilkan sekret yang mengandung bahan anti koagulasi (mencegah penggumpalan darah).


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/gbr28ok.jpg
Gambar 28. Struktur dalam tubuh lintah

Uji Kompetensi 5

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

1.
Sebutkan lima ciri-ciri dari Annelida!

2.
Sebutkan 3 kelas dari Annelida berikut masing-masing 2 contoh!

3.
Jelaskan peranan Annelida bagi kehidupan manusia!
Setelah Anda selesai menjawab soal-soal Uji Kompetensi 5 di atas, cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir modul ini. Selanjutnya Anda pelajari pula budidaya cacing tanah.


PENJELASAN ISTILAH
Aselomata
=
hewan yang tidak mempunyai rongga tubuh
Selom
=
rongga tubuh
Diploblastik
=
dua lapisan lembaga, lapisan luar dan lapisan dalam
Ektoderm
=
lapisan lembaga bagian luar
Endoderm
=
lapisan lembaga bagian dalam
Gametosit
=
sel bakal menjadi sel gamet atau sel kelamin
Invertebrata
=
hewan tidak memiliki tulang belakang
Singami
=
peleburan dua gamet yang berbeda jenis, ukurannya sama atau berbeda
Konyugasi
=
perkawinan dua individu yang belum dapat dibedakan jenisnya
Mesoderm
=
lapisan lembaga bagian tengah
Pseudoselomata
=
rongga tubuh bersifat semu
Vektor
=
hewan perantara
Vertebrata
=
hewan yang memiliki tulang belakang
Hermafrodit
=
hewan yang mempunyai dua organ reproduksi dalam satu tubuh, tetapi tidak dapat saling membuahi
Partenogensis
=
terbentuknya individu baru tanpa melalui peleburan sel kelamin jantan dan betina
Pseudoselomata
=
hewan yang mempunyai rongga tubuh semu
Tripoblastik
=
berasal dari tiga lapisan embrional yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm.
Proglotid
=
segmen-segmen (ruas)
Skoleks
=
kepala
Strobila
=
ruas tubuh
Mirasidium
=
larva bersilia
Larva onkosfir
=
zygot muda


PENUTUP
Selamat kepada Anda yang telah menyelesaikan kegiatan belajar mengenai Porifera, Coelenterata, Platyhelminthes, Nemathelminthes, dan Annelida dengan baik dan lancar. Mudah-mudahan dengan pengetahuan yang telah diperoleh dapat membantu Anda untuk mempelajari hewan invertebrata lainnya dalam modul berikutnya. Diharapkan Anda menjadi orang yang mencintai ilmu pengetahuan dan dapat menyampaikan pengetahuan yang bermanfaat itu kepada orang lain.
Nah, di bawah ini ada rangkuman tentang materi Porifera, Coelentarata, Platyhelminthes, Nemathelminthes dan Annelida yang dapat Anda baca dan bermanfaat untuk memantapkan pemahaman Anda tentang materi modul keseluruhan.
1.



Porifera adalah hewan metazoa yang paling sederhana tingkatannya. Porifera mempunyai bentuk tubuh seperti vas bunga, berpori-pori, dan cara hidupnya menempel pada obyek di dasar perairan.
Sistem sirkulasi air pada Porifera dibedakan menjadi tipe Ascon, Sycon dan tipe Rhagon (Leucon). Contoh pada tipe Rhagon sirkulasi air berlangsung sebagai berikut : air masuk melalui ostia/pori saluran radial yang bercabang-cabang air air keluar melalui oskulum.
Berdasarkan spikula, Porifera dibedakan atas 3 kelas, yaitu kelas Calcarea, Hexatinellida dan kelas Demospongia. Demospongia menghasilkan spon yang dapat dimanfaatkan untuk mandi dan bahan penggosok kaca.
2.



















Coelentarata merupakan hewan metazoa dan diploblastik. Tubuhnya memiliki rongga gastrovaskuler sebagai alat pencernaan. Hewan ini menghasilkan spon yang dapat dimanfaatkan untuk mandi dan bahan penggosok kaca.
Ceolentarata dibagi menjadi tiga kelas yaitu :
a.
Kelas Scyphozoa, contoh Aurelia aurita
b.
Kelas Hydrozoa, contoh Hydra dan Obelia
c.
Kelas Anthozoa contoh Koral dan Anemon laut (Mawar laut).
Hewan Coelentarata berkembangbiak secara aseksual melalui pembentukan tunas. Sedangkan perkembangbiakan seksual melalui peleburan ovum dengan sperma. Pada hewan Obelia dan Aurelia pada proses perkembangbiakannya mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan antara keturunan aseksual dengan keturunan seksual.
Polip hewan karang dapat menghasilkan rangka kapur yang dapat membentuk
batu karang/terumbu. Batu karang yang terbentuk dapat beruupa karang pantai, karang penghalang dan karang atol. Hewan ubur-ubur (Aurelia) dapat dimanfaatkan untuk pembuatan tepung, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik.

3.



















Paltyhelmnithes

Ciri-ciri umum:
a.
Tubuh pipih, simetri bilateral.
b.
Tidak mempunyai rongga tubuh (acelomata).
c.
Tidak mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernafasan.
d.
Sistem pencernaan tidak sempurna, terdiri dari mulut, faring dan tidak mempunyai anus.
e.
Alat ekskresi disebut sel-sel api (flame cells).
f.
Sistem saraf tangga tali dengan sepasang ganglion.
g.






h.




Reproduksi :
-
Vegetatif secara regenerasi (memutuskan bagian tubuh)
-

Generatif dengan cara peleburan sel-sel kelamin dari dua cacing yang hermafrodit (belum dapat ditentukan jenis kelaminnya).
Terdiri dari 3 kelas:
1)
Turbellaria, misalnya Planaria
2)
Trematoda, misalnya Fasciola hepatica (cacing hati)
3)
Cestoda, misalnya Taenia solium (cacing pita)
4.



















Nemathelminthes

Ciri-ciri umum:
a.
Bentuk tubuh bulat, gilig (silindris)
b.
Tidak bersegmen
c.
Tubuh terdiri dari 3 lapis, yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm.
d.
Rongga tubuh semu (pseudoselamata).
e.
Sistem pencernaan berupa saluran memanjang sampai anus.
f.
Respirasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh.
g.







Reproduksi secara seksual dengan alat kelamin terpisah pada indiviudu yang berbeda.

Contoh :
1)
Ascaris lumbricoides (cacing perut)
2)
Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
3)
Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
4)
Filaria bancrofti (penyebab kaki gajah)
5.













Annelida

Ciri-ciri umum
a.
Tubuh bilateral simetri, beruas, metameri.
b.
Rongga tubuh sejati (coelom) sehingga disebut hewan selomata.
c.
Permukaan tubuh mempunyai setae.
d.
Alat pencernaan sempurna.
e.
Respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi.
f.
Sistem saraf tangga tali.
g.
Peredaran darah tertutup.
h.
Klitelium sebagai alat kopulasi.
Annelida terbagi tiga kelas, yaitu :
1)

Polychaeta, contoh

=
Eunice viridis (cacing wawo)
Lysidice (cacing palalo)
Nereis (kelabang laut)
2)
Olygochaeta, contoh
=
Lumbricus terrestris (cacing tanah)
3)
Hirudinea, contoh
=
Hirudo medicinalis (lintah)
Hermadipsa (pacet)
Dengan demikian diharapkan Anda minimal mempunyai pengetahuan tentang hewan ini yaitu: ciri-ciri, siklus hidup, contoh cacing parasit, cara penularan dan cara memutuskan daur hidup, serta peranan cacing bagi kehidupan manusia.

KUNCI JAWABAN
UJI KOMPETENSI-1
1.
Arti Porifera, hewan yang tubuhnya memiliki pori/lubang kecil.
2.







a.
Pinakosit : sel-sel berbentuk pipih yang terletak pada lapisan luar tubuh sebagai epidermis.
b.
Ostia : porus/lubang kecil pada lapisan epidermis sebagai tempat masuknya air.
c.
Koanosit : sel berleher dan berflagel yang berfungsi untuk mencerna makanan.
d.
Sel amubosit : sel yang berfungsi untuk mengambil makanan yang telah dicerna di dalam koanosit.
3.


a.
Sirkulasi pada Porifera antara lain pada tipe Ascon :
air - pori - spongocoel -oskulum
b.
Berkembangbiak secara aseksual dengan memberikan tunas/budding.
Secara seksual dengan peleburan antara sel telur dengan spermatozoid.
4.





5.
Tiga tipe tubuh Porifera berdasarkan sistem saluran air adalah :
a.
tipe Ascon
b.
tipe Sycon
c.
tipe Rhagon / Leucon

Pada Calcarea, kerangka tubuhnya berupa spikula seperti duri kecil dari kalsium karbonat
Pada Hexatinellida, kerangka tubuhnya mengandung Silikat atau Kersik
Pada Demospongia, kerangka tubuh terbuat dari spongin saja atau campuran kersik dengan spongin
UJI KOMPETENSI-2
1.
Bentuk polip : bentuk kehidupan Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya.
Bentuk Medusa : bentuk ubur-ubur seperti payung atau lonceng yang dapat berenang bebas.
2.
Fungsi Nematokist adalah untuk melumpuhkan mangsanya.
3.




Tiga kelas Coelentarata :
a.
Kelas Hydrozoa, contoh Hydra dan Obelia
b.
Kelas Scyphozoa, contoh : Aurelia aurita
c.
Kelas Anthozoa, contoh Mawar laut, Koral
 
4.
a. Bagan daur hidup Obelia

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/no4aok.jpg

b. Daur hidup Aurelia

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/no4bok.jpg
5.
Peranan Coelentara
-
Ubur-ubur dijadikan tepung, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik.
-
Koral/karang untuk melindungi pantai dan abrasi air laut. Juga tempat persembunyian dan perkembangbiakan ikan.
UJI KOMPETENSI-3

http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/tabel1ok.jpg


B.
1.
Larva berslilia (mirasidium)


2.
Sporokista


3.
Redia


4.
Serkaria


5.
Kista


6.
Metaserkaria

UJI KOMPETENSI-4

1. Perbedaan Nemathelminthes dengan Platyhelminthes adalah :


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/tabel2.jpg


2.
Cacing jantan lebih besar dengan ekor yang berkait, sedangkan cacing betina lebih kecil dan ekor tidak berkait.


3.
a.
Ascaris lumbricoides

b.
Ancylostoma duodenale

c.
Enterobius vermicularis

d.
Wucheria brancrofti

4.
a. b.
Pada umumnya terjadi secara autoinfeksi (penularan sendiri)
Infeksi aktif dari cacing tambang adalah :


http://www.e-dukasi.net/mol/datafitur/modul_online/MO_81/images/daurhidupcacingtambangok.jpg


5.
Daur hidup Ascaris Lumbricoides

UJI KOMPETENSI-5
1.
Pilihlah 5 diantara jawaban berikut !


- Tubuh bilateral simetris, beruas, metameri.
- Alat pencernaan sempurna
- Sistem syaraf tangga tali
- Peredaran darah tertutup
- Hermafrodit
- Eksresi melalui nefridium yang terdapat pada tiap segmen

2. a.
Polychaeta contoh :
- Eunice viridis
- Lysidice oele
- Nereis virens


b.Olygochaeta contoh :


- Pheretima posthuma
- Lumbricus terrestris

c.
Hirudinea contoh :


- Hirudo medicinalis
- Hemadispa javanica

3.
-
Membantu menghancurkan sampah (cacing tanah)


-
Menghasilkan zat hirudin sebagai zat antikoagulasi (anti pembekuan darah), contoh Hirudinea.

-
Beberapa diantaranya parasit, yaitu pacet dan lintah, karena dapat menghisap darah manusia dan vertebrata lainnya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar