|
.: KEGIATAN BELAJAR 2
COELENTARATA
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat
membedakan antara polip dengan medusa, menyebutkan paling sedikit 2
contoh Coelentarata, menjelaskan daur hidup Scyphozoa, menjelaskan
peranan Coelentarata pada ekosistem laut.
|
Uraian
Setelah
mempelajari Porifera dengan baik, maka kegiatan belajar Anda dapat
dilanjutkan pada materi Coelentarata.
Seperti
hewan Porfera, maka Coelentarata pun umumnya hidup di laut, kecuali
beberapa jenis dari Hydrozoa yang hidup di air tawar. Arti dari
Coelentarata adalah koilos yakni rongga dan anteron berarti usus. Jadi
Coelentarata dapat diartikan hewan yang memiliki rongga usus.
Pernahkah
Anda menemukan hewan Coelentarata? Bila Anda berjalan-jalan di pantai,
berperahu di laut, atau mengunjungi taman laut, Anda akan melihat atau
menemukan hewan berbentuk karang, menyerupai bunga mawar, dan ada hewan
yang melayang-layang di laut sebagai parasut seukuran mangkung/piring.
Itu semua adalah hewan yang termasuk Coelentarata.
Coelentarata
merupakan golongan hewan diploblastik, karena tubuhnya tersusun atas dua
lapisan sel, yaitu ektodermis (epidermis) dan gastrodermis (endodermis).
Diantara kedua lapisan tersebut terdapat lapisan non seluler disebut
mesoglea, dan pada lapisan ini tersebar sel-sel saraf
Pada
lapisan ektodermis terdapat sel knidoblast. Di dalam knidoblast terdapat
nematokist (paling banyak pada tentakel) yaitu alat yang berfungsi untuk
melumpuhkan dan mempertahankan diri dari musuhnya, disebut juga alat
penyengat.
Bentuk Tubuh Coelentarata
Dalam siklus hidupnya pada umumnya Coelentarata mempunyai dua bentuk
tubuh, yaitu Polip dan Medusa.
|
a.
|
Polip adalah bentuk
kehidupan Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya. Tubuh
berbentuk silindris, bagian proximal melekat dan bagian distal
mempunyai mulut yang dikelilingi tentakel. Polip yang membentuk koloni
memiliki beberapa macam bentuk (polimorfisme). Misalnya yang berbeda
fungsinya yakni ada polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa
(gonozoid) dan polip untuk makan yakni gastrozoid.
|
|
b.
|
Medusa
adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau seperti lonceng
yang dapat berenang bebas.
|
Setiap
hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler. Rongga gastrovaskuler
Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan oleh septum/penyekat dan
belum mempunyai anus. Reproduksi atau perkembangbiakan dapat dilakukan
secara aseksual dan seksual.
Gambar 5. Struktur tubuh Coelentarata (a) bentuk polip (b)
nematokis
Klasifikasi Coelentarata
Filum Coelentarata dibagi menjadi 3 kelas yaitu kelas Hydrozoa, Scyphozoa
dan Anthozoa.
A.
Kelas Hydrozoa
Hydrozoa hidupnya ada yang soliter (terpisah) dan ada yang berkoloni
(berkelompok). Hydrozoa yang soliter mempunyai bentuk polip, sedangkan
yang berkoloni dengan bentuk polip dominan dan beberapa jenis membentuk
medusa. Contoh Hydra dan Obellia.
1. Hydra
Bentuk tubuh Hydra seperti polip, hidup di air tawar. Ukuran tubuh Hydra
antara 10 mm – 30 mm. Makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea
rendah. Bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki, gunanya untuk
melekat pada obyek dan untuk bergerak. Pada ujung yang berlawanan
terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya
terdapat 6 – 10 buah tentakel. Tentakel berfungsi sebagai alat untuk
menangkap makanan. Selanjutnya makanan dicernakan di dalam rongga
gastrovaskuler.
Perkembangan Hydra terjadi secara aseksual dan seksual. Perkembangbiakan secara
aseksual terjadi melalui pembentukan tunas/budding, kira-kira pada bagian
samping tengah dinding tubuh Hydra. Tunas telah memiliki epidermis,
mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Tunas tersebut terus membesar dan
akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru.
Perkembangbiakan
secara seksual terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan
sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan
berkembang sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang
membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang
bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar
perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan
embrio tumbuh menjadi Hydra baru.
Gambar 6. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra
Gambar 7. Bagan perkembangbiakan seksual Hydra
2.
Obelia
Obelia hidup berkoloni di laut dangkal sebagai polip di batu karang atau
berenang di air sebagai medusa. Polip pada Obelia dibedakan menjadi 2
jenis polip pada cabang-cabang yang tegak, yaitu :
|
a.
|
Hydrant,
yaitu polip yang bertugas mengambil dan mencernakan makanan.
|
|
b.
|
Gonangium,
yaitu polip yang bertugas melakukan perkembangbiakan aseksual, menghasilkan
Obelia dalam bentuk medusa.
|
Bagaimana
perkembangbiakan Obelia? Perkembangbiakan Obelia mengalami pergiliran
keturunan (metagenesis) antara keturunan seksual dengan keturunan
aseksual.
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh gonangium. Pada gonangium
terbentuk tunas, kemudian setelah matang tunas memisahkan diri dari
induknya dan berkembang menjadi medusa muda yang dapat berenang bebas.
Selanjutnya medusa muda berkembang menjadi medusa dewasa.
Perkembangbikan
seksual terjadi pada medusa dewasa. Hewan Obelia mempunyai dua alat
kelamin (hermaprodit). Medusa dewasa akan menghasilkan sel telur / ovum
dan sperma. Pembuahan ovum oleh sperma terjadi di luar tubuh (eskternal)
dan membentuk zigot. Zigot akan berkembang menjadi larva bersilia disebut
planula. Pada tempat yang sesuai planula akan merekatkan diri menjadi
polip muda, lalu polip dewasa., kemudian tumbuh menjadi hewan Obelia.
Selanjutnya, Obelia memulai melakukan pembiakan aseksual dengan
pembentukan tunas/budding, sehingga membentuk koloni Obelia yang baru.
Gambar 9. Daur hidup Obellia
B.
Kelas Scypozoa (Skyphos = cawan; zoon = binatang)
Bentuk
tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering disebut
ubur-ubur mangkuk. Contoh hewan kelas ini adalah Aurellia aurita, berupa
medusa berukuran garis tengah 7 – 10 mm, dengan pinggiran berlekuk-lekuk
8 buah. Hewan ini banyak terdapat di sepanjang pantai.
Seperti
Obelia, Aurellia juga mengalami pergiliran keturunan seksual dan
aseksual. Aurellia memiliki alat kelamin yang terpisah pada individu
jantan dan betina. Pembuahan ovum oleh sperma secara internal di dalam
tubuh individu betina.
Hasil
pembuahan adalah zigot yang akan berkembang menjadi larva bersilia
disebut planula. Planula akan berenang dan menempel pada tempat yang sesuai.
Setelah menempel, silia dilepaskan dan planula tumbuh menjadi polip muda
disebut skifistoma. Skifistoma kemudian membentuk tunas-tunas lateral
sehingga Aurellia tampak seperti tumpukan piring dan disebut strobilasi.
Kuncup dewasa paling atas akan melepaskan diri dan menjadi medusa muda
disebut Efira. Selanjutnya efira berkembang menjadi medusa dewasa. Daur
hidup Aurellia dapat diamati di bawah ini.
Gambar 9a. Daur hidup Aurellia aurita
C.
Kelas Anthozoa
Anthozoa
berasal darikata Anthos = bunga, zoon = binatang. Anthozoa berarti hewan
yang bentuknya seperti bunga atau hewan bunga.
Anthozoa
dalam daur hidupnya hanya mempunyai polip. Bila dibandingkan, polip
Anthozoa berbeda dengan polip pada Hydrozoa. Mari kita lihat perbedaannya
dengan mengamati gambar di bawah ini.
Gambar 10. (a) struktur polip Hydrozoa, (b) struktur polip
Anthozoa
Berdasarkan gambar di atas, coba Anda diskusikan apa persamaan dan
perbedaan kedua macam polip tersebut ! Kelas Anthozoa meliputi Mawar Laut
(Anemon Laut) dan Koral (Karang).
1.Mawar Laut (Anemon Laut)
Mawar laut menempel pada dasar perairan. Pada permukaan mulut Mawar Laut
terdapat banyak tentakel berukuran pendek. Tentakel ini berfungsi untuk
mencegah agar pasir dan kotoran lain tidak melekat sehingga Mawar Laut
tetap bersih.
2.Koral
(Karang)
Koral atau karang cara hidupnya berkoloni membentuk massa yang kaku dan
kuat. Massa itu sebenarnya karang kapur yang dibentuk oleh generasi
polip. Koral yang sudah mati, rangka kapurnya akan menjadi batu
karang/terumbu. Ada tiga tipe batu karang, yaitu karang pantai, karang
penghalang dan karang atol.
D.
Peranan Coelentarata
Hewan ubur-ubur yang banyak di perairan Indonesia dapat dimanfaatkan
untuk dibuat tepung ubur-ubur, kemudian diolah menjadi bahan kosmetik /
kecantikan. Di Jepang selain sebagai bahan kosmetik, ubur-ubur
dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
Karang
atol, karang pantai, dan karang penghalang dapat melindungi pantai dari
aberasi air laut. Di samping itu, karang merupakan tempat persembunyian
dan tempat perkembangbiakan ikan.
Demikianlah
uraian materi Coelentarata. Bila Anda mengalami kesulitan untuk
memahaminya, maka disarankan untuk mengulangi kembali membaca secara
perlahan-lahan dan bertahap. Bila sudah Anda lakukan, cobalah jawab
soal-soal uji kompetensi untuk mengukur kemampuan Anda.
Uji Kompetensi 2
Jawablah
soal-soal di bawah ini secara singkat dan jelas!
|
1.
2.
3.
4.
|
Jelaskan
perbedaan bentuk tubuh antara polip dan medusa pada Coelenterata!
Apakah fungsi dari nematokis?
Sebutkan 3 kelas Coelentarata dan tuliskan satu contoh hewan dari
masing-masing kelas!
Gambarkan bagan daur hidup :
|
|
|
a.
Obelia
b. Aurellia
|
|
5.
|
Jelaskan
peranan Coelentarata!
|
UMPAN
BALIK DAN TINDAK LANJUT
Setelah mengerjakan Uji
Kompetensi 2 segera periksa jawaban Anda dengan kunci jawaban yang
terdapat pada akhir modul. Untuk mengetahui skor yang Anda peroleh,
perhitungannya adalah sebagai berikut;
Hitunglah jumlah jawaban Anda yang benar, kemudian gunakan rumus di bawah
ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan
Belajar
1. RUMUS
: Tingkat Penguasaan = (Jumlah jawaban benar x 5) %
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
100% = sangat kompeten
65% - 75% = kompeten
< 65% = tidak kompeten
Apabila Anda mencapai tingkat penguasaan 65% atau lebih, Selamat! Anda
dapat melanjutkan ke Kegiatan Belajar 3 . Tetapi apabila tingkat
penguasaan Anda kurang dari 65%, maka Anda harus kembali mempelajari uraian kegiatan
belajar 2
, terutama pada bagian materi yang kurang Anda kuasai. Belajarlah lebih
giat lagi, jangan berkecil hati, pasti Anda berhasil!
|
KEGIATAN BELAJAR 3
PLATYHELMINTES
(CACING PIPIH)
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda
diharapkan dapat 1. menjelaskan ciri-ciri Platyhelminthes, memberikan 3
contoh cacing pipih, membuat diagram daur hidup cacing hati, membuat
diagram daur hidup Taenia saginata.
|
A.
Ciri-ciri Umum Platyhelminthes
Platyhelminthes memiliki tubuh pipih, lunak dan epidermis bersilia.
Cacing pipih ini merupakan hewan tripoblastik yang tidak mempunyai rongga
tubuh (acoelomata). Hidup biasanya di air tawar, air laut dan tanah
lembab. Ada pula yang hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia.
Cacing parasit ini mempunyai lapisan kutikula dan silia yang hilang
setelah dewasa. Hewan ini mempunyai alat pengisap yang mungkin disertai
dengan kait untuk menempel.
Cacing
pipih belum mempunyai sistem peredaran darah dan sistem pernafasan.
Sedangkan sistem pencernaannya tidak sempurna, tanpa anus. Contoh
Platyhelmintes adalah Planaria. Planaria mempunyai sistem pencernaan yang
terdiri dari mulut, faring, usus (intestine) yang bercabang 3 yakni satu
cabang ke arah anterior dan 2 cabang lagi ke bagian samping tubuh.
Percabangan ini berfungsi untuk peredaran bahan makanan dan memperluas bidang
penguapan. Planaria tidak memiliki anus pada saluran pencernaan makanan
sehingga buangan yang tidak tercerna dikeluarkan melalui mulut.
Perhatikan gambar susunan saluran pencernaan Planaria berikut ini.
Gambar 11. Susunan saluran pencernaan
Planaria
Sistem
ekskresi pada cacing pipih terdiri
atas dua saluran eksresi yang memanjang bermuara ke pori-pori yang
letaknya berderet-deret pada bagian dorsal (punggung). Kedua saluran
eksresi tersebut bercabang-cabang dan berakhir pada sel-sel api (flame
cell). Perhatikan gambar sistem eksresi dan sel api Planaria di bawah
ini.
Gambar 12 a) Susunan saluran eksresi pada
Planaria; b) Sel api (flame cell)
Sistem saraf berupa tangga tali yang terdiri dari sepasang ganglion otak
di bagian anterior tubuh. Kedua ganglia ini dihubungkan oleh
serabut-serabut saraf melintang dan dari masing-masing ganglion membentuk
tangga tali saraf yang memanjang ke arah posterior. Kedua tali saraf ini
bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Perhatikan gambar sistem saraf
Planaria berikut!
Reproduksi
pada cacing pipih seperti Planaria dapat secara aseksual dan secara
seksual. Reproduksi aseksual (vegetatif) dengan regenerasi yakni
memutuskan bagian tubuh. Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan
peleburan dua sel kelamin pada hewan yang bersifat hemafrodit. Sistem reproduksi seksual
pada Planaria terdiri atas sistem reproduksi betina meliputi ovum,
saluran ovum, kelenjar kuning telur. Sedangkan reproduksi jantan terdiri
atas testis, pori genital dan penis. Perhatikan gambar sistem reproduksi
Planaria.
|
|

Gambar 14.
Sistem reproduksi Planaria
|
|
Selanjutnya
perhatikan gambar reproduksi aseksual Planaria di bawah ini!
|
|

Gambar 15.
Reproduksi aseksual Planaria
|
|
A.
Terpotong secara alami
B. Dibelah dua
C. Dibelah tiga
B. Penggolongan Platyhelminthes
Platyhelminthes
(cacing pipih) dibedakan menjadi 3 kelas yaitu Turbellaria, Trematoda dan
Cestroda. Berikut akan dijelaskan satu-persatu.
1. Kelas Turbellaria
Hewan dari kelas Turbellaria memiliki tubuh bentuk tongkat atau bentuk
rabdit (Yunani : rabdit = tongkat). Hewan ini biasanya hidup di air tawar
yang jernih, air laut atau tempat lembab dan jarang sebagai parasit.
Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.
Hewan ini mempunyai kemampuan yang besar untuk beregenerasi dengan cara
memotong tubuhnya seperti tampak pada gambar 5 di atas. Contoh
Turbellaria antara lain Planaria dengan ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0
cm dan Bipalium yang mempunyai panjang tubuh sampai 60 cm dan hanya
keluar di malam hari.
Permukaan tubuh Planaria bersilia dan kira-kira di tengah mulut terdapat
proboscis (tenggorok yang dapat ditonjolkan keluar) seperti pada gambar
berikut.
|
|

Gambar 16.
Proboscis pada Planaria
|
|
2. Kelas Trematoda
Hewan Trematoda memiliki tubuh yang diliputi kutikula dan tak bersilia.
Pada ujung anterior terdapat mulut dengan alat penghisap yang dilengkapi
kait. Tubuh dengan panjang lebih kurang 2,5 cm dan lebar 1cm serta
simetris bilateral.
Trematoda termasuk hewan hemafrodit,dan sebagai parasit pada Vertebrata
baik berupa ektoparasit (pada ikan) maupun sebagai endoparasit. Contoh
hewan Trematoda adalah cacing hati atau Fasciola hepatica (parasit pada
hati domba), Fasciola gigantica (parasit pada hati sapi) dan cacing hati
parasit pada manusia (Chlonorchis sinensis) serta Schistosoma japonicum
(cacingdarah).
Perhatikan
gambar anatomi cacing hati (Fasciola hepatica) berikut!
|
|

Gambar 17.
Anatomi Fasciola hepatica
|
C.
Daur Hidup Beberapa Cacing Kelas Trematoda
Nah,
berikut ini akan diuraikan mengenai daur hidup beberapa jenis cacing yang
termasuk kelas Termatoda.
|
•
|
Cacing
dewasa bertelur di dalam saluran empedu dan kantong empedu sapi atau
domba. Kemudian telur keluar ke alam bebas bersama feses domba. Bila mencapai tempat
basah, telur ini akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut
mirasidium. Mirasidium akan mati bila tidak masuk ke dalam tubuh siput
air tawar (Lymnea auricularis-rubigranosa).
|
|
•
|
Di
dalam tubuh siput ini, mirasidium tumbuh menjadi sporokista (menetap
dalam tubuh siput selama + 2 minggu).
|
|
•
|
Sporokista
akan menjadi larva berikutnya yang disebut Redia. Hal ini berlangsung
secara partenogenesis.
|
|
•
|
Redia
akan menuju jaringan tubuh siput dan berkembang menjadi larva
berikutnya yang disebut serkaria yang mempunyai ekor. Dengan ekornya
serkaria dapat menembus jaringan tubuh siput dan keluar berenang dalam
air.
|
|
•
|
Di
luar tubuh siput, larva dapat menempel pada rumput untuk beberapa lama.
Serkaria melepaskan ekornya dan menjadi metaserkaria. Metaserkaria
membungkus diri berupa kista yang dapat bertahan lama menempel pada
rumput atau tumbuhan air sekitarnya. Perhatikan tahap perkembangan
larva Fasciola hepatica.
|
|
•
|
Apabila
rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding
ususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa di
sana untuk beberapa bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus
ini terulang lagi.
|
|
|

Gambar 18. Tahap
perkembangan larva Fasciola hepatica
|
Dalam
daur hidup cacing hati ini mempunyai dua macam tuan rumah yaitu:
|
1.
|
Inang perantara yaitu siput air
|
|
2.
|
Inang
menetap,yaitu hewan bertulang belakang pemakan rumput seperti sapi dan
domba.
|
Perhatikan
gambar daur hidup Fasciola hepatica berikut:
|
|

Gambar 19. Daur
hidup Fasciola hepatica
|
|
a.
|
Daur hidup Chlonorchis
sinensis
Daur hidup Chlonorchis sinensis sama seperti Fasciola hepatica, hanya
saja serkaria pada cacing ini masuk ke dalam daging ikan air tawar yang
berperan sebagai inang sementara. Struktur tubuh Chlonorchis sinensis
sama seperti tubuh pada Fasciola hepatica hanya berbeda pada cabang
usus lateral yang tidak beranting.
|
|
b.
|
Daur hidup Schistosoma
japonicum (cacing darah)
Cacing darah ini parasit pada manusia, babi, biri-biri, kucing dan
binatang pengerat lainnya.
Cacing dewasa dapat hidup dalam pembuluh balik (vena) perut.
Tubuh cacing jantan lebih lebar dan dapat menggulung sehingga menutupi
tubuh betina yang lebih ramping.
Cacing jantan panjangnya 9 – 22 mm, sedangkan panjang cacing betina
adalah 14 – 26 cm.
|
|
|

Gambar 20. Schistosoma japonicum jantan dan betina
|
Selanjutnya
diuraikan tentang daur hidup Schistosoma japonicum.
|
•
|
Cacing
darah ini bertelur pada pembuluh balik (vena) manusia kemudian menuju
ke poros usus (rektum) dan ke kantong air seni (vesica urinaria), lalu
telur keluar bersama tinja dan urine.
|
|
•
|
Telur
akan berkembang menjadi mirasidium dan masuk ke dalam tubuh siput.
Kemudian dalam tubuh siput akan berkembang menjadi serkaria yang
berekor bercabang. Serkaria dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui
makanan dan minuman atau menembus kulit dan dapat menimbulkan penyakit
Schistomiasis (banyak terdapat di Afrika dan Asia). Penyakit ini
menyebabkan kerusakan dan kelainan fungsi pada hati, jantung, limpa,
kantong urine dan ginjal.
|
Nah,
bagaimana? Sudahkah Anda memahami materi Platyhelmintes dari kegiatan 3
di atas? Untuk mengingat kembali penguasaan Anda terhadap uraian materi
di atas, tutuplah modul Anda dan cobalah jawab pertanyaan singkat di
bawah ini!
Jelaskan secara singkat tahap perkembangan larva fasciola hepatica! Jika
Anda telah menjawabnya, cocokkanlah jawaban Anda dengan keterangan yang
ada dalam jawaban berikut.
Jika
jawaban Anda belum benar, bacalah sekali lagi modul di atas tetapi
apabila jawaban Anda telah benar, Anda dapat mempelajari lanjutan
kegiatan 3 ini.
3. Kelas Cestoda (Cacing Pita)
Ciri-ciri
|
|
Cacing
pita (Cestoda) memiliki tubuh bentuk pipih, panjang antara 2 - 3m dan
terdiri dari bagian kepala (skoleks) dan tubuh (strobila). Kepala
(skoleks) dilengkapi dengan lebih dari dua alat pengisap. Sedangkan
setiap segmen yang menyusun strobila mengandung alat perkembangbiakan.
Makin ke posterior segmen makin melebar dan setiap segmen (proglotid)
merupakan satu individu dan bersifat hermafrodit.
Cacing
ini biasanya hidup sebagai parasit dalam usus vertebrata dan tanpa alat
pencernaan. Sistem eksresi terdiri dari saluran pengeluaran yang
berakhir dengan sel api. Sistem saraf sama seperti Planaria dan cacing
hati, tetapi kurang berkembang.
|
Contoh Cestoda yaitu:
a) Taenia saginata (dalam usus manusia)
b) Taenia solium (dalam usus manusia)
c) Choanotaenia infudibulum (dalam usus ayam)
d) Echinococcus granulosus (dalam usus anjing)
e) Dipylidium latum (menyerang manusia melalui inang protozoa)
Selanjutnya
akan diuraikan beberapa dari cacing parasit tersebut, antara lain:
a.
Taenia saginata
|
|
Cacing
ini parasit dalam usus halus manusia.
Perbedaannya dengan Taenia solium hanya terletak pada alat pengisap dan
inang perantaranya. Taenia saginata pada skoleksnya terdapat alat
pengisap tanpa kait dan inang perantaranya adalah sapi. Sedangkan
Taenia solium memiliki alat pengisap dengan kait pada skoleksnya dan
inang perantaranya adalah babi.
|
Daur
hidup Taenia saginata
|
|
Dalam
usus manusia terdapat proglotid yang sudah masak yakni yang mengandung
sel telur yang telah dibuahi (embrio). Telur yang berisi embrio ini
keluar bersama feses. Bila telur ini termakan sapi, dan sampai pada
usus akan tumbuh dan berkembang menjadi larva onkoster. Larva onkoster menembus usus dan masuk ke
dalam pembuluh darah atau pembuluh limpa, kemudian sampai ke otot lurik
dan membentuk kista yang disebut Cysticercus bovis (larva cacing).
Kista akan membesar dan membentuk gelembung yang disebut Cysticercus
(sistiserkus). Manusia akan tertular cacing ini apabila memakan daging
sapi mentah atau setengah matang.
Dinding Cysticercus akan
dicerna di lambung sedangkan larva dengan skoleks menempel pada usus
manusia. Kemudian larva akan tumbuh membentuk proglotid yang dapat
menghasilkan telur. Bila proglotid masak akan keluar bersama feses,
kemudian termakan oleh sapi. Selanjutnya telur yang berisi embrio tadi
dalam usus sapi akan menetas menjadi larva onkoster. Setelah itu larva
akan tumbuh dan berkembang mengikuti siklus hidup seperti di atas.
Perhatikan gambar daur hidup Taenia saginata berikut!
|
|
|

Gambar 21. Daur hidup Taenia saginata
|
b.
Taenia solium
|
|
Daur
hidup Taenia solium sama dengan daur hidup Taenia saginata, hanya saja
inang perantaranya adalah babi. Sedangkan kista yang sampai di otot
lurik babi disebut Cysticercus sellulose.
|
c. Coanotaenia infudibulum
|
|
Cacing
pita lainnya adalah Coanotaenia infudibulum yang parasit pada usus ayam
tetapi inang perantaranya adalah Arthropoda antara lain kumbang atau
tungau.
|
D.
Peranan Platyhelminthes bagi Kehidupan Manusia
Pada umumnya Platyhelminthes merugikan, sebab parasit pada manusia maupun
hewan, kecuali Planaria. Planaria dapat dimanfaatkan untuk makanan ikan.
Agar terhindar dari infeksi cacing parasit (cacing pita) sebaiknya
dilakukan beberapa cara, antara lain:
|
|
•
|
memutuskan
daur hidupnya,
|
|
|
•
|
menghindari
infeksi dari larva cacing,
|
|
|
•
|
tidak
membuang tinja sembarangan (sesuai dengan syarat-syarat hidup
sehat),dan
|
|
|
•
|
tidak
memakan daging mentah atau setengah matang (masak daging sampai
matang).
|
Latihan
1.
Koleksi cacing pipih
Cobalah Anda kumpulkan beberapa contoh cacing pipih yang ada di sekitar
Anda dan amatilah setiap jenis dengan menggunakan loupe dan cocokkanlah
dengan gambar 22 berikut ini. Dalam kegiatan ini Anda dapat memperoleh
hewan tersebut pada habitatnya masing-masing seperti keterangan berikut
ini!
|
|
•
|
Planaria
dapat Anda peroleh di bawah daun-daun tumbuhan air atau batu- batuan.
|
|
|
•
|
Bipalium
di tempat lembab, di bawah lumut atau pada tumbuhan dan hanya keluar
pada malam hari.
|
|
|
•
|
Cacing
pipih laut; dekat pantai.
|
|
|
•
|
Cacing
pipih parasit dapat dikumpulkan dari rumah pemotongan hewan, misalnya
cacing hati dan sejenis cacing pita.
|
2.
Pembuatan awetan basah cacing pipih
Cara pembuatan awetan basah cacing pipih adalah cacing pita dan cacing
hati diawetkan dalam alkohol 70% atau formalin 5%.
Gambar 22. Macam-macam cacing pipih
Apakah
Anda mendapat kesulitan untuk koleksi cacing pipih ini? Bila Anda belum
berhasil mengumpulkannya, cobalah sekali lagi bersama teman-teman Anda.
Buatlah awetan basah cacing tersebut di atas, karena awetan ini dapat
Anda gunakan sebagai alat bantu dalam belajar tentang ciri-cirinya.
Selanjutnya kerjakan uji kompetensi 3 yaitu pengamatan Platyhelminthes
dan menjawab pertanyaan.
|
KEGIATAN BELAJAR 4
NEMATHELMINTHES
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat
membedakan Nematheminthes dengan Platyhelminthes,
memberikan 3 contoh Nemathelminthes yang parasit pada manusia, membuat
diagram daur hidup cacing gelang (Ascaris sp),
menjelaskan bahwa cacing tambang dapat menyebabkan anemia pada manusia.
|
Kegiatan
berikut yakni Nemathelminthes (cacing gilig). Nah, baiklah sekarang kita
pelajari cacing gilig pada kegiatan 4 berikut ini.
A.
Ciri-ciri Nemathelminthes
Nemathelminthes berasal dari kata Nemathos = benang; Helminthes = cacing.
Jadi pengertian Nemathelminthes adalah cacing yang berbentuk benang atau
gilig.
Hewan
yang tergolong Nemathelminthes mempunyai ciri-ciri:
|
|
•
|
Tubuh
berbentuk gilig atau seperti batang dan tidak bersegmen, mempunyai
selom semu (pseudoselomata), tripoblastik. Permukaan tubuh dilapisi
kutikula sehingga tampak mengkilat.
|
|
|
•
|
Saluran
pencernaan sempurna mulai dari mulut sampai anus. Beberapa jenis
diantaranya memiliki kait.
|
|
|
•
|
Sistem
respirasi melalui permukaan tubuh secara difusi.
|
|
|
•
|
Saluran
peredaran darah tidak ada, tetapi cacing ini mempunyai cairan yang
fungsinya menyerupai darah.
|
|
|
|
|
|
•
•
|
Sistem reproduksi :
Alat kelamin terpisah, cacing betina lebih besar dari cacing jantan dan
yang jantan mempunyai ujung berkait (gambar 24). Gonad berhubungan dengan saluran
alat kelamin, dan telur dilapisi oleh kulit yang terbuat dari kitin.
Hewan ini tidak berkembangbiak secara aseksual.

Gambar 24. Ascaris lumbricoides: A. Betina; B; Jantan
Habitat
Sebagian besar hewan ini hidup bebas dalam air dan tanah, tetapi ada
juga sebagai parasit dalam tanah, yakni merusak tanaman atau dalam
saluran pencernaan Vertebrata.
B.
Contoh Hewan Nemathelminthes
|
|
1.
|
Ascaris
lumbricoides (cacing perut)
|
|
|
2.
|
Necator
americanus dan Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
|
|
|
3.
|
Enterobius
atau Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
|
|
|
4.
|
Filaria
atau Wucheria bancrofti (penyebab kaki gajah)
|
Selanjutnya
marilah kita masuk pada pembahasan contoh-contoh Nemathelminthes.
1.
Ascaris lumbricoides (cacing perut)
|
|
•
Cacing dewasa hidup dalam usus halus manusia.
• Telur yang mengandung embrio keluar bersama feses.
|
Telur
dapat termakan oleh manusia melalui makanan yang terkontaminasi dan
menetas di usus. Kemudian larva menembus dinding usus, masuk dalam
peredaran darah menuju paru-paru. Dari paru-paru, larva keluar dan
sampai ke faring. Bila tertelan akan masuk ke usus halus dan berkembang
biak sampai dewasa di sana. Infeksi cacing ini dengan cara pasif.
Cacing ini akan menghisap makanan di usus manusia.
Perhatikan
bagian daur hidup Ascaris lumbricoides!
Setelah
Anda mempelajari siklus hidup cacing Ascaris ini, cobalah diskusikan
dengan kelompok belajar Anda, mengapa anak-anak lebih banyak terserang
dan tertular oleh cacing itu. Kaitkanlah dengan kesehatan dan
kebersihan lingkungan serta sifat-sifat dari telur Ascaris itu sendiri.
|
2.
|
Necator americanus dan
Ancylostoma duodenale (cacing tambang)
|
Cacing tambang ada dua macam
yaitu:
|
|
•
|
Ancylostoma
duodenale (terdapat di daerah tropika Asia dan Afrika)
|
|
|
•
|
Necator
americanus (terdapat di daerah tropika Amerika)
|
Ciri dan sifat cacing tambang:
Cacing ini parasit dalam usus manusia. Tubuh berukuran + 1 – 1,5 cm
dengan mulut yang mempunyai kait berupa gigi dari kitin yang dapat
melekat dan melukai dinding usus inangnya. Cacing ini menghisap darah
inang, sehingga inang akan mengalami anemia (kekurangan darah).
Penyakit karena cacing tambang ini dikenal dengan Ankylostomiasis.
Daur hidup cacing tambang:
Telur keluar bersama feses dari dalam usus manusia. Di tempat lembab
dan becek, telur menetas menjadi larva yang disebut rhabditiform. Kemudian
larva ini berubah menjadi filariform yang dapat menembus kulit kaki dan
masuk ke dalam tubuh manusia mengikuti aliran darah, menuju jantung,
paru-paru, faring, tenggorok, kemudian tertelan dan masuk ke dalam
usus. Peristiwa ini disebut infeksi aktif. Di dalam usus, larva menjadi
cacing dewasa yang siap menghisap darah kembali.
Selain dengan cara infeksi aktif, dapat pula terjadi infeksi pasif
yaitu bila kista (larva berdinding tebal) tertelan bersama makanan.
Perhatikan bagan daur hidup cacing tambang berikut ini!
Daur hidup
cacing tambang
Setelah
Anda mempelajari daur hidup cacing ini, cobalah diskusikan dengan
kelompok belajarmu. Mengapa cacing ini dikenal dengan cacing tambang?
Mengapa pula cacing menyebabkan anemia?
Uji Kompetensi 4
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
|
|
1.
|
Jelaskan
perbedaan Nemathelminthes dengan Platyhelminthes!
|
|
|
2.
|
Jelaskan
perbedaan antara cacing jantan dengan betina pada Ascaris sp!
|
|
|
3.
|
Sebutkan
4 contoh Nemathelminthes yang parasit pada manusia!
|
|
|
4.a.
b.
|
Bagaimana
cara penularan cacing perut? (terutama pada anak-anak)
Jelaskan cara penularan (infeksi) aktif dari cacing tambang!
|
|
|
5.
|
Jelaskan
urutan daur hidup Ascaris sp!
|
Setelah
Anda selesai menjawab soal-soal uji kompetensi 4, kemudian cocokkanlah
jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada bagian akhir modul
ini.
|
|
KEGIATAN BELAJAR 5
ANNELIDA
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda
diharapkan dapat menjelaskan ciri-ciri Annelida, memberikan minimal 3
contoh Annelida, menjelaskan peranan Annelida bagi kehidupan manusia,
menjelaskan budidaya cacing tanah.
|
|
|
|
|
|
Annelida
berasal dari kata Annulus = cincin kecil. Artinya tubuh menyerupai cincin
kecil atau ruas. Baiklah, silahkan Anda pelajari dulu ciri-ciri umum
Annelida.
A.
Ciri-ciri Umum Annelida
Sistem
saraf terdiri dari ganglion otak dihubungkan dengan tali saraf yang
memanjang sehingga berupa tangga tali. Alat eksresi disebut nephridium.
Alat pencernaan makanan sempurna mulai dari mulut, saluran pencernaan dan
anus. Mulut dilengkapi gigi kitin yang berada di ujung depan sedangkan
anus berada di ujung belakang. Respirasi dengan menggunakan epidermis
pada seluruh permukaan tubuh dan berlangsung secara difusi.
Sistem
peredaran darah tertutup. Hewan ini bersifat hermafrodit dan memiliki
klitelum sebagai alat kopulasi. Tempat hidup air tawar, air laut dan
darat. Sebagian ada yang bersifat parasit (merugikan karena menempel pada
inangnya).
B.
Klasifikasi
Annelida
terbagi atas 3 kelas yaitu:
1. Polychaeta
2. Olygochaeta
3. Hirudinea
Pelajari
penjelasan tiap-tiap kelas berikut ini!
a. Polychaeta (cacing berambut banyak)
|
|
Ciri-ciri:
Polychaeta hidup dalam pasir atau menggali batu-batuan di daerah pasang
surut air laut. Tubuh memanjang dan mempunyai segmen. Setiap segmen
mempunyai
parapodia dan setiap parapodia memiliki setae, kecuali pada segmen
terakhir.
Contoh cacing ini adalah :
|
|
|
1)
Eunice viridis (cacing wawo)
2) Lysidice oele (cacing palolo)
3) Nereis virens (kelabang laut)
|
Gambar
25. A. Polychaeta dengan parapodia B. Polychaeta dengan bagian tubuh
b. Olygochaeta (cacing berambut sedikit)
|
|
Ciri-ciri:
• Sebagian besar hidup di air tawar atau di darat.
• Hermafrodit, tidak mempunyai parapodia dan terdapat beberapa setae
pada pada setiap ruas
Contoh:
• Pheretima posthurna (cacing tanah – Asia)
• Lumbricus terrestris (cacing tanah – Eropa dan Amerika)
• Perichaeta (cacing hutan)
• Tubifex (cacing air)
Lumbricus
terrestris
Lumbricus terrestris dikenal dengan cacing tanah,dan ciri-cirinya
sebagai berikut
• Tubuh dengan segmen yang jelas, berjumlah 15 – 200
buah
|
•
|
Alat
eksresi berupa sepasang nefridia pada setiap segmen dan
disebut metanefridia.
|
|
|
|

Gambar 26. Metanefridia pada cacing
tanah
|
|
|
|
|
•
|
Pada
setiap segmen terdapat setae kecuali pada segmen pertama dan terakhir.
|
|
|
•
|
Hewan
ini hermafrodit, tetapi pembuahan sendiri tidak akan terjadi melainkan
pembuahan silang yakni pada waktu dua hewan mengadakan kopulasi.
|
|
|
•
|
Pada
segmen ke 32 sampai segmen ke 37 terdapat klitelum sebagai alat kopulasi.
|
|
|
•
|
Bernafas
dengan menggunakan seluruh permukaan tubuh yang lembab.
|
|
|
•
|
Darah
terdiri dari plasma darah, mengandung haemoglobin hingga berwarna
merah, sedangkan butir-butir darahnya tidak berwarna.
|
|
|
•
|
Sistem
saraf merupakan sistem saraf tangga tali.
|
|
|
•
|
Sistem
pencernaan makanan sempurna, yaitu mulai dari mulut, faring, atau
esofagus, tembolok, lambung, usus dan anus.
|
|
Gambar
27.
|
a)
Struktur tubuh cacing tanah (Lumbricus terestris)
b) potongan melintang tubuh, dan
c) bagian sistem pencernaan didekat kepala
|
|
c. Hirudinea
|
|
•
|
Banyak
terdapat di air tawar, air laut atau di darat.
|
|
|
•
|
Tubuh
tidak memiliki parapodia atau setae dan memiliki alat penghisap pada
bagian anterior dan posterior.
|
|
|
•
|
Pada
hewan hermafrodit, lubang genetalia jantan terletak di muka lubang
genetalia betina.
|
|
|
•
|
Sistem
pencernaan terdiri dari mulut, faring, tembolok, lambung, rektum, anus.
Anus terletak pada bagian dorsal.
|
|
|
•
|
Peredaran
darah tertutup dan pernafasan berlangsung melalui kulit.
|
|
|
•
|
Pengeluaran
(eksresi) melalui nefridium yang terdapat pada setiap segmen.
|
|
|
•
|
Hewan
ini mempunyai kelenjar ludah yang menghasilkan sekret yang mengandung
bahan anti koagulasi (mencegah penggumpalan darah).
|
|
|

Gambar
28. Struktur dalam tubuh lintah
|
Uji Kompetensi 5
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
|
1.
|
Sebutkan
lima ciri-ciri dari Annelida!
|
|
2.
|
Sebutkan
3 kelas dari Annelida berikut masing-masing 2 contoh!
|
|
3.
|
Jelaskan
peranan Annelida bagi kehidupan manusia!
|
Setelah
Anda selesai menjawab soal-soal Uji Kompetensi 5 di atas, cocokkanlah
jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat pada akhir modul ini.
Selanjutnya Anda pelajari pula budidaya cacing tanah.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar